Wahai akhwat sejati, bukan karena cantikmu engkau diperhatikan, tapi karena diperhatikanlah engkau menjadi cantik. Berterimakasihlah kepada orang-orang yang memperhatikanmu dan bersyukurlah kepada Allah agar Ia tetap memperhatikanmu.
Kalau Allah memperhatikanmu maka para ikhwan beriman pun Insya Allah tak sungkan untuk memperhatikanmu. Tapi kalau perhatian manusia yang engkau kejar maka kemanakah kau tempatkan perhatian Tuhanmu?
Duhai akhwat, kau bukan syahwat, ku tak menyalahkanmu. Maka mulailah hari ini kita mengambil porsi yang tidak melampaui suci. Sebab akhwat itu wanita dan wanita itu makhluk indah sejati yang penuh perasaan, maka perlu diberikan batasan. Agar perasaannya tidak meluap dan tumpah di sembarang nyawa.
Jika satu dua batasan sudah mulai dianggap tak membatasi, maka berkhawatir dirilah jika engkau kesulitan mengontrol perasaanmu yang agung itu.
Aku nemu artikel ini di majalah waktu lagi nunggu masuk ke dokter gigi. Dalem banget yah, ya Allah.. Ampuni dosa hambaMu ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
coolments