Sabtu, 11 Desember 2010

Ketika berat badan jadi masalah

Menahan lapar, diet, selama berhari-hari. Demi menurunkan berat badan sampai hari itu dan kembali pada kebiasaan normal sesudahnya. Itu yang kami lakukan. Demi mendapatkan kelas yang sesuai untuk kejuaraan nanti. Sebenarnya aku tipe orang yang tidak terlalu peduli dengan berat badan. Aku sudah cukup puas jarum timbangan bertengger di angka 54, mengingat postur badanku yang kata orang 'lumayan' (untuk ukuran perempuan loh tapi), 165 cm. Aku tidak peduli walaupun banyak teman-teman yang bilang pipiku gembul hehe. Tapi, baru kali ini aku benar-benar cemas. Sangat cemas akan berat badanku.

Ya. Hari jumat akan ada penimbangan berat badan untuk menentukan kelas di kejuaraan Jujitsu bulcup. Ekspektasiku pada awalnya aku akan masuk di kelas C range berat badan 50-55 kg, terlalu pede sepertinya. Mengingat teman-temanku yang lain benar-benar memaksudkan diet mereka. Dan mereka berhasil. Aku? Jangan tanya. Setelah mati-matian menahan rasa panik sebelum naik keatas timbangan, kulangkahkan kakiku. "Bismillahirohmanirahim". Saat itu juga panitia berseru, 58,5!!!!!!!!. Wuah kakiku langsung lemes deh. Kelas D. Astaghfirullah, meleset dari perkiraanku!!! Salahku juga sih nggak pernah bener-bener mau diet kayak teman-temanku yang lain. Ada yang rela gak makan malam berhari-hari bahkan ada yang rela lari-lari muterin lapangan tiap sore sampe digodain tukang ojek.

Usahaku? Aku sendiri terkadang lupa sedang diet :p hehe sudahlah. Kata ibuku, hargailah makanan, sayang kalau gak dimakan. Alhasil setiap malam aku masih rajin makan malam 'berat', aku beralasan pada diriku sendiri bahwa aku perlu energi heheh. By the way, menurut kalian aku beneran gemuk nggak sih? *masih gak percaya beratku 58 kilo


Gimana? Gimana? :P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

coolments