Sabtu, 25 September 2010

Kita Peduli Lingkungan

Assalamualaikum wr wb teman-teman!

Hari ini gw akan membahas sedikiiiit tentang aksi peduli lingkungan di kalangan anak sekolah. Ya, berhubung sekarang sekolah gw ikut lomba pelopor lingkungan yg diadain sama Pertamina dan alhamdulillah bgt gw salah satu yg dipercaya sekolah untuk melanjutkan aksi penghijauan di sekolah, tapi sekarang gw gak akan ngebahas ttg itu.. Sebelumnya..

Akhir akhir ini kita sering melihat di media massa, pemberitaan tentang berbagai macam bencana alam yg disebabkan kerusakan lingkungan yg dilakukan olah manusia. Gw ambil contoh Jakarta, ibukota kita tercinta, juga tempat dimana gw bersekolah.. Apakah itu? Tentu jawabannya, banjir. Ya, banjir. Masalah klasik yg tidak pernah bisa diselesaikan oleh pemerintah Jakarta, walaupun dari waktu ke waktu banyak para pejabat pemerintah yg menjanjikan program penanganan banjir di Jakarta, nyatanya? Kita bisa lihat sendiri. Sampai akhirnya muncul pemberitaan tentang amblesnya jalan R.E Martadinata di kawasan Ancol, Jakarta Utara.




















Setidaknya masyarakat Jakarta sudah sedikit 'terbuka' matanya bahwa mereka sesungguhnya sedang hidup di dalam bahaya. Masalah lingkungan di Jakarta seperti angin lalu, tidak ada yang peduli. Hanya ribut sebentar, heboh dengan berita prediksi Jakarta akan tenggelam di tahun 2030, merasa takut tetapi tidak tergerak sama sekali untuk merubah keadaan, menyelamatkan lingkungan demi kelangsungan hidup mereka sendiri. Terlebih mereka malah menyalahkan pemerintah atas masalah ini. Pemerintah tak becus lah dan segala macamnya.

Tapi apakah kita akan selamanya menyalahkan pemerintah atas kerusakan lingkungan yg terjadi? Tidak.

Kita sebagai generasi muda, yang akan melanjutkan kehidupan di masa depan. Seharusnya bersikap lebih kritis dan kreatif, tidak selalu menyalahkan pihak lain atas segala kerusakan di lingkungan disekitar kita, tidak hanya banjir tetapi juga seluruh permasalahan lingkungan seperti polusi dan sampah. Kita harus bisa memberikan solusi dan ikut aktif dalam usaha peduli lingkungan. Sebagai contoh, sekarang sekolah sekolah di Jakarta sudah mulai melakukan aksi peduli lingkungan mulai dari hal-hal yg sederhana. Seperti diwajibkan mempunyai ruang terbuka hijau di areal sekolah, penghematan kertas dan pengelolaan sampah yang baik dengan menyediakan 3 macam tong sampah, organik-non organik-b3.












Di sekolah gw sendiri alhamdulilah udah jalanin program itu dan ditambah waktu 'jumat bersih' dimana kita sebagai warga sekolah diwajibkan bebersih lingkungan sekolah ditambah penghijauan alternatif dengan memasang tanaman gantung di koridor sekolah. Berhubung sekolah gw lahannya (sangat) sempit.

Nah, sekarang setelah mendapat support dari pertamina, berupa alat-alat pemeliharaan lingkungan. Sekolah mau ngejalanin program biopori.





















Semacam lubang yang dibuat di daerah aliran air di lahan sekolah. Diameternya 10 cm kedalaman 100 cm, dipakai untuk tempat resapan air sekaligus pembuatan sampah kompos dengan memasukan sampah organik secara rutin. Harapannya sih, dengan adanya tambahan tempat resapan air, masalah banjir bisa diatasi. Cukup mudah, hanya bagaimana kita serius aja buat menyelamatkan lingkungan. Tips juga buat kita anak sekolah nih, kita juga bisa ikut berkontribusi dalam menyelamatkan lingkungan dgn melakukan hal kecil, seperti membawa tempat minum dan bekal dari rumah. Selain hemat, kita juga bisa mengurangi sampah plastik yang dihasilkan hehe.. Segala hal kecil yang kita lakukan, pasti akan sangat berarti untuk lingkungan.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

coolments