Di post yang ini gw mau share tentang persahabatan.. Berhubung gw juga lg ada sedikit masalah sama sahabat gw..
Ya. Sahabat, teman curhat atau apapun sebutannya pasti sesuatu yang paling kita sayang dan kita nomor-satukan kalau lagi masa remaja kayak gini. Awalnya, kita nganggap seseorang jadi sahabat kita karena kita cocok satu sama lain, punya pandangan dan cara berfikir yang sama. Dan berlanjut dengan saling cerita dan menyimpan rahasia satu sama lain. Begitu kalau saya tidak salah(seenggaknya itu yg saya alami hehe). Tapi terkadang, pernakah kalian ngerasa disaat kalian butuh banget sahabat buat share masalah yang bikin kita bingung dan butuh banget good-listener buat numpahin keresahan kita. Sayangnya, yang terjadi mereka malah berbalik sibuk menceritakan masalah mereka, mengembalikan semua cerita kita dg kesan "ya, gw juga pernah begitu malahan gw blablabla....". Sebel nggak sih kalau digituin, duh ngerasa banget sahabat kita orang yang paling nyebelin didunia. Dan itu yang sedang saya rasakan sekarang, rasanya pengen banget teriak dimukanya, "Haloooo, siapa ya yang lg cerita, please dengerin gw dulu, sekali aja."
Karena masalah yang sepele kaya gitu, sempet membuat saya menjaga jarak dg sahabat saya itu. Tapi, setelah lama berfikir dan instropeksi diri. Ya.. Mungkin semua harus dimulai dari diri saya sendiri. I hv to respect him first. Sebelum kita menuntut untuk minta didengarkan, kita harus mendengarkan mereka dulu, cobalah untuk ikhlas dan tulus buat membantu dan menjadi sahabat yang baik. Insya Allah, suatu saat kita bakalan ngerasain hal yang sama kok, diperhatikan dan didengar oleh sahabat kita.
Seenggaknya itu yang saya rasakan dari pengalaman saya. Sekarangpun hubungan saya dan sahabat saya kembali membaik, ya, kita kembali akrab dan saling mengerti satu sama lain. Hikmahnya dari semua ini, cobalah untuk tulus dan mengerti dan semuanya akan baik-baik saja.
- Nitazka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
coolments